The Doll Ghawiah: Babak Baru Teror Boneka Animatronik Tercanggih Padukan Horor, Thriller, dan Action

The Doll Ghawiah: Babak Baru Teror Boneka Animatronik Tercanggih Padukan Horor, Thriller, dan Action



Jakarta 16 Oktober 2026, The Doll Ghawiah merupakan film yang ditunggu penonton film horor Indonesia dengan media boneka yang terus meneror penontonnya. Sebagai sebuah prekuel, film ini membedah akar sejarah pemicu teror di semesta The Doll.

Film The Doll Ghawiah berbeda dari film sebelumnya, dimana boneka yang di hadirkan lebih mutakhir dari boneka sebelumnya. Kelebihan boneka Ghawiah dari boneka sebelumnya adalah dengan looks, baju, dan animatronics yang lebih maju dari sebelumnya, boneka ini lebih berekspresi, Ini semua Guna memberikan teror yang berbeda. Rocky Soraya selaku produser Hitmaker Studios memesan langsung pembuatan boneka dari Bali serta animatronics dari Amerika, dengan budget miliaran.

Dalam hal penggarapan cinematografi nya, film The Doll Ghawiah di percayakan kepada sutradara Guntur Soeharjanto yang sangat handal di dunia perfilman. Guntur memberikan signature atau ciri khas yang beda dan kuat dari The Doll sebelum-sebelumnya sehingga pendekatan atmosfir dibangun agar penonton bisa merasakan aura menyeramkan bahkan sebelum wujud bonekanya terlihat.

Hitmaker Studios selalu serius dalam membuat film sehingga menghasilkan film yang berkualitas. Ini dibuktikan salah satu adegan puncak atau final battle dikemas secara megah dengan pembangunan set rumah kaca besar yang dihancurkan secara dramatis.

Kombinasi racikan elemen horor, thriller, dan action menjadikan The Doll Ghawiah sebagai babak paling menegangkan yang tidak boleh dilewatkan untuk di tonton di bioskop. 

Film The Doll Ghawiah akan tayang seretak di bioskop tanggal 29 Oktober 2026 dan akan tayang juga dalam format IMAX demi menyajikan pengalaman visual dan audio yang jauh lebih intens serta menegangkan.


Sinopsis Film The Doll Ghawiah

Mengambil latar tahun 1988, kisah bermula ketika pasangan suami istri Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal) memutuskan pindah dari Jakarta ke kawasan Babakan Siliwangi, Bandung.

Langkah ini diambil bersama kedua buah hati mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane), untuk merintis lembaran hidup baru usai bisnis keluarga bangkrut. Namun, niat mencari ketenangan justru berubah menjadi teror mistis tiada akhir setelah Nala tak sengaja bertemu anak misterius di dalam hutan yang memberinya sebuah boneka bernama Ghawiah.

Usut punya usut, nama Ghawiah memiliki arti harfiah 'tersesat'. Boneka ini bersemayam jiwa-jiwa terluka yang memicu serangkaian kejadian janggal di rumah baru mereka.

Melalui penuturan Laras (Sara Wijayanto), seorang pelayan restoran lokal, terungkap legenda tragis sosok arwah anak bernama Uci yang tewas akibat kecelakaan tabrak lari di Jalan Siliwangi dua tahun sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTARUHAN THE SERIES 3:The Biggest Action Series in Indonesia is Back!“Kasih Paham Pake Hantam!”

Bukan Film Horor, “Pesugihan Sate Gagak” Siap Jadi ObatManjur Bikin Tertawa Satu IndonesiaAksi ‘Trio Gagak’ Bikin Ngakak Mulai 13 November 2025 Di Bioskop

GALA PREMIERE "NIA": SUARA PILU ANAK MENGGEMA DI TENGAH DUKUNGAN PEJABAT DAN LINTAS KOMUNITAS