Dari Folklore ke Era Viral, Lingsir Wengi: Motel Malioboro Hadirkan Horor yang Dekat dengan Generasi Digital
Dari Folklore ke Era Viral, Lingsir Wengi: Motel Malioboro Hadirkan Horor yang Dekat dengan Generasi Digital
Lagu 'Lingsir Wengi' Jadi Jembatan antara Khazanah Budaya, Imajinasi Populer, dan Kehidupan Generasi Digital
Jakarta, 12 Oktober 2026 Lagu Lingsir Wengi telah lama hadir dalam khazanah budaya Jawa dan berkembang dengan beragam pemaknaan dari generasi ke generasi. Dalam budaya populer, Lingsir Wengi juga kerap hadir dan bersinggungan dengan cerita misteri dan horor. Pertemuan antara sesuatu yang telah dikenal lintas generasi dengan kehidupan anak muda di era digital kini menjadi salah satu elemen penting dalam film horor terbaru produksi LAB Pictures, Lingsir Wengi: Motel Malioboro, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Disutradarai oleh Adhe, yang juga bertindak sebagai produser bersama Jason C., Lingsir Wengi: Motel Malioboro mengikuti Putik, Ryan, Aro, Anggie, dan Dita, lima sahabat di balik kanal horor DuniaHorror62. Sebuah penelusuran membawa mereka ke motel tua di kawasan Malioboro, tempat rasa penasaran mempertemukan mereka dengan rekaman Lingsir Wengi. Dari sana, apa yang semula mereka anggap sebagai materi untuk konten berkembang menjadi pengalaman yang tidak pernah mereka bayangkan.
Dalam film ini, Lingsir Wengi tidak sekadar ditempatkan sebagai elemen pembangun suasana. Kehadirannya menjadi penghubung antara sesuatu yang telah lama hidup dalam ingatan budaya dengan dunia generasi yang tumbuh bersama kamera, media sosial, dan dorongan untuk mendokumentasikan hampir setiap pengalaman.
Bagi sutradara, pemilihan lagu Lingsir Wengi membuka ruang untuk mempertemukan elemen budaya yang telah dikenal masyarakat dengan kehidupan anak muda masa kini.
"Lingsir Wengi memiliki tempat tersendiri dalam ingatan kolektif masyarakat, terutama dalam kaitannya dengan cerita misteri dan horor. Saya tertarik membawa elemen ini ke dalam konteks kehidupan anak muda yang akrab dengan dunia digital, sekaligus menjadikannya bagian dari perjalanan karakter dalam menghadapi pilihan dan konsekuensi mereka," ujar Adhe.
Di sisi lain, pertemuan dua dunia tersebut juga membuka pertanyaan yang sangat kontemporer: sejauh mana seseorang bersedia melangkah demi sebuah konten?
Ambisi untuk mengembangkan DuniaHorror62 membawa kelima sahabat itu semakin jauh dalam penelusuran mereka. Namun Lingsir Wengi: Motel Malioboro perlahan mengaburkan batas antara apa yang mereka kejar untuk kamera dan apa yang kemudian harus mereka hadapi sendiri.
Lingsir Wengi: Motel Malioboro mempertemukan dua hal yang berada sangat dekat dengan kehidupan penonton hari ini: cerita dan ingatan budaya yang diwariskan lintas generasi, serta kehidupan digital yang membuat hampir segala pengalaman dapat direkam dan dibagikan kepada publik. Film ini tidak menempatkan keduanya untuk saling bertentangan, tetapi menjadikan pertemuan tersebut sebagai ruang untuk membangun misteri sekaligus konflik para karakternya.
Elsaputra D. Justia, selaku produser eksekutif bersama Richard Suwandi, menyampaikan bahwa film ini berangkat dari elemen budaya yang akrab bagi masyarakat, tetapi dikemas melalui perspektif yang relevan dengan kehidupan generasi masa kini.
"Melalui Lingsir Wengi: Motel Malioboro, kami ingin menghadirkan film yang tidak hanya menawarkan misteri dan ketegangan, tetapi juga memiliki kedekatan dengan kehidupan penonton, terutama generasi muda yang akrab dengan dunia konten digital. Kami berharap penonton dapat menikmati pengalaman horornya sekaligus menemukan dinamika keluarga baru yang lahir dari persahabatan, konflik, dan pilihan-pilihan keluarga baru tersebut yang membuat ceritanya terasa nyata dengan kehidupan mereka," ujar Elsaputra.
Menurut Jason selaku produser, Lingsir Wengi: Motel Malioboro tidak hanya menawarkan pengalaman horor, tapi juga menghadirkan dinamika hubungan antarmanusia. "Di balik teror dan misteri yang dihadapi kelima karakter, ada cerita tentang menemukan keluarga dalam hubungan persahabatan, pengkhianatan, petualangan, dan kisah cinta yang membentuk perjalanan mereka. Kami juga ingin mengangkat tema keikhlasan, tentang bagaimana seseorang belajar menerima kenyataan dan melepaskan sesuatu yang tidak lagi bisa dipertahankan," ujarnya.
Dibintangi oleh Ochi Rosdiana, Jeff Smith, Alif Rivelino, Yessica Tamara, Chelcy Clarissa, dan Vinessa Inez Lingsir Wengi: Motel Malioboro akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Ikuti perkembangan terbaru Lingsir Wengi: Motel Malioboro melalui akun Instagram
@filmlingsirwengi!
Tidak semua yang ditemukan harus dijadikan konten...
Media Contact
Lia Publicist
liapublicist@gmail.com
Komentar
Posting Komentar