Perankan Seorang Ibu Bisu di Film Horor Internasional, Aghniny Haque Akui Karakter Melor dalam Film Khadam Jadi Peran Paling MenantangJakarta, 9 September 2026 Aktris serbabisa Aghniny Haque resmi mencatatkan debut internasionalnya lewat film horor teranyar, Khadam. Terlibat dalam produksi berskala regional, Aghniny mengakui bahwa proyek perdananya di kancah mancanegara ini menyuguhkan ujian akting paling berat dan menantang sepanjang kariernya.Khadam merupakan karya kolaborasi lintas negara yang diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions asal Malaysia, bekerja sama dengan dua rumah produksi kenamaan Indonesia, MAGMA Entertainment dan VMS Studios. Sinergi dua negara serumpun ini memberi ruang baru bagi Aghniny untuk memperluas jangkauan seni perannya di industri perfilman internasional.Terkait pengalaman barunya tersebut, Aghniny membagikan kesan mendalam selama berada di lokasi syuting. "Aku benar-benar bersyukur bisa dapat pengalaman ini. Awalnya emang gugup karena ini project internasional pertamaku, tapi ternyata semua cast dan crew sangat menerima dengan hangat," ungkap Aghniny.Kuasai Bahasa Isyarat dari Nol Demi Sosok MelorTantangan terbesar Aghniny di film ini berpusat pada karakternya, Melor-seorang ibu yang tidak dapat berbicara. Tanpa bantuan dialog lisan, ia dituntut mengandalkan kekuatan ekspresi mikro wajah, gerak tubuh, dan penguasaan bahasa isyarat untuk mentransmisikan rasa takut, duka, hingga tekad melindungi anak-anaknya dari jeratan teror gaib.Tingkat kerumitan semakin tinggi karena Khadam berlatar era 1950-an. Hal ini mengharuskan Aghniny mempelajari bentuk bahasa isyarat arkais yang tidak umum digunakan saat ini, langsung dari titik nol."Aku bisa bilang ini salah satu peran paling menantang bagiku. Nggak hanya harus melakukan syuting di lingkungan baru, tapi gimana aku harus menunjukkan emosi tanpa kata-kata dan hanya menggunakan bahasa isyarat yang aku harus pelajari dari awal," tegasnya.Terlihat dalam official poster dari Khadam, film ini membawakan horor yang berbeda dengan film-film lainnya. Akar yang tumbuh mengelilingi kepala dari Melor dengan keluarga dan rumahnya yang terlihat di dalamnya menunjukkan beban psikologis yang dihadapi karakter ini dalam cerita Khadam.Selain kepiawaian Aghniny Haque sebagai pemeran utama, Khadam turut diperkuat oleh deretan bintang ternama Malaysia, antara lain Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan aktris senior June Lojong.Penampilan emosional tanpa kata dari Aghniny Haque dalam film Khadam dapat disaksikan serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 16 September 2026.Ikuti informasi terbaru dan cuplikan resmi yang dapat diakses melalui akun media sosial @khadamthemovie dan @cbipictures.About Red Communications2/3Founded in 1999, Red Communications is an award-winning Malaysian production house with a strong legacy in film, television and digital content. Renowned for shaping youth-driven and culturally resonant stories, Red has produced some of Malaysia's most iconic feature films including Gol & Gincu (2005), its sequel Gol & Gincu Vol.2 (2018), Kami the Movie (2008), Istanbul Aku Datang! (2012), Sabalik Baju (2021) and Songlap (2011), each celebrated for redefining contemporary Malaysian cinema and connecting with new generations of audiences. Beyond film, Red has built an acclaimed portfolio across television and branded content with hits like Oh My English! (International Digital Emmy nominee), Club Mickey Mouse (Best Kids Show, Asian Academy Creative Awards 2018-2020) and From Saga With Love (Best Comedy Series, Asia Academy Creative Awards 2024).Red's work has also been recognised on global stages, with Operation Sumatran Rhino screening at the New York Wildlife Conservation Film Festival and long-running TV Series 3R (Respect, Relax, Respond) winning Best Infotainment Award at the 2002 Asia Television Awards. With over two decades of storytelling excellence, Red Communications continues to push creative boundaries in cinema and beyond, collaborating with international partners while championing authentic Malaysian voices on the global stage.About Komet ProductionsHelmed by experienced Southeast Asian ("SEA") content and media professional Ahmad Izham Omar, Komet is the brand name that binds the different Komet companies together in its sole vision of producing, distributing and investing into new and progressive SEA creative content.Always on the lookout for "something new and exciting", Komet begun operations in July 2023 with a bang, securing investment into the hottest creative content IPs in the SEA region including becoming one of the Executive Producers of the landmark film Siksa Kubur directed by SEA's premier director Joko Anwar, the mega-successful Blood Brothers Bara Naga from Malaysia's blockbuster producer Skop Productions and premier SEA animated movie Ejen Ali The Movie 2 from Wau Animation which was a hit in Southeast Asia. With a high-quality curation of an ever-growing number of film slates, Komet has now turbocharged its journey into becoming a premiere producer, distributor and investor of brave and new creative content from young and emerging creative voices from SEA for global consumption.About MAGMA EntertainmentMagala Media Arthamakmur, atau yang lebih dikenal dengan MAGMA Entertainment adalah kelanjutan dari Garuda Film, PH Indonesia di bawah kepemimpinan Hendrick Gozali yang sejak era 80an telah menghasilkan banyak tonggak sejarah film Indonesia, serta memenangkan lebih dari 25 Piala Citra selaku supremasi tertinggi dalam Festival Film Indonesia. Kini, di bawah arahan Linda Gozali dan Charles Gozali, MAGMA Entertainment tetap memegang visi-misi dan signatur. MAGMA Entertainment terus memproduksi film-film yang mentransformasi audiensnya lewat nilai baik serta penuh hati. Beberapa portofolio besar MAGMA Entertainment antara lain: Finding Srimulat (2013), Nada Untuk Asa (2015), Juara (2016), Sobat Ambyar (2021), Qodrat (2022), Pemukiman Setan (2024), Qodrat 2 (2025) dan Tumbal Darah (2025).About VMS StudiosVisual Media Studio (VMS) adalah rumah produksi film yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. VMS hadir dengan visi untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung dengan penonton, baik di tingkat lokal maupun global. Di VMS, kami berkomitmen untuk terus mendorong batasan kreativitas dan menciptakan kisah-kisah yang menggugah dan relevan lintas budaya.Proyek perdana kami, Pemandi Jenazah, menjadi tonggak awal yang mengukuhkan posisi VMS di industri film regional. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh penulis skenario box office Lele Laila, film ini mencatat kesuksesan luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton di seluruh dunia. Film ini juga menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa, serta menempati posisi kedua box office nasional di kuartal pertama 2024.Dengan semangat untuk terus menghadirkan cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak hati penonton di masa depan.About CBI PicturesCBI Pictures adalah perusahaan distribusi dan hiburan film di Indonesia yang menghadirkan beragam film. internasional dan film konser musik kepada penonton Indonesia. Melalui distribusi teatrikal, pemasaran, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri, CBI Pictures berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman sinema yang beragam, berkualitas, dan bagi penonton di Indonesia.CBI Pictures bekerja sama dengan produser, studio, pemegang hak, sineas, jaringan bioskop, serta berbagai mitra industri untuk memperluas jangkauan film dan mempertemukan karya-karya pilihan dengan audiens Indonesia.
Perankan Seorang Ibu Bisu di Film Horor Internasional, Aghniny Haque Akui Karakter Melor dalam Film Khadam Jadi Peran Paling Menantang
Jakarta, 9 September 2026 Aktris serbabisa Aghniny Haque resmi mencatatkan debut internasionalnya lewat film horor teranyar, Khadam. Terlibat dalam produksi berskala regional, Aghniny mengakui bahwa proyek perdananya di kancah mancanegara ini menyuguhkan ujian akting paling berat dan menantang sepanjang kariernya.
Khadam merupakan karya kolaborasi lintas negara yang diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions asal Malaysia, bekerja sama dengan dua rumah produksi kenamaan Indonesia, MAGMA Entertainment dan VMS Studios. Sinergi dua negara serumpun ini memberi ruang baru bagi Aghniny untuk memperluas jangkauan seni perannya di industri perfilman internasional.
Terkait pengalaman barunya tersebut, Aghniny membagikan kesan mendalam selama berada di lokasi syuting. "Aku benar-benar bersyukur bisa dapat pengalaman ini. Awalnya emang gugup karena ini project internasional pertamaku, tapi ternyata semua cast dan crew sangat menerima dengan hangat," ungkap Aghniny.
Kuasai Bahasa Isyarat dari Nol Demi Sosok Melor
Tantangan terbesar Aghniny di film ini berpusat pada karakternya, Melor-seorang ibu yang tidak dapat berbicara. Tanpa bantuan dialog lisan, ia dituntut mengandalkan kekuatan ekspresi mikro wajah, gerak tubuh, dan penguasaan bahasa isyarat untuk mentransmisikan rasa takut, duka, hingga tekad melindungi anak-anaknya dari jeratan teror gaib.
Tingkat kerumitan semakin tinggi karena Khadam berlatar era 1950-an. Hal ini mengharuskan Aghniny mempelajari bentuk bahasa isyarat arkais yang tidak umum digunakan saat ini, langsung dari titik nol.
"Aku bisa bilang ini salah satu peran paling menantang bagiku. Nggak hanya harus melakukan syuting di lingkungan baru, tapi gimana aku harus menunjukkan emosi tanpa kata-kata dan hanya menggunakan bahasa isyarat yang aku harus pelajari dari awal," tegasnya.
Terlihat dalam official poster dari Khadam, film ini membawakan horor yang berbeda dengan film-film lainnya. Akar yang tumbuh mengelilingi kepala dari Melor dengan keluarga dan rumahnya yang terlihat di dalamnya menunjukkan beban psikologis yang dihadapi karakter ini dalam cerita Khadam.
Selain kepiawaian Aghniny Haque sebagai pemeran utama, Khadam turut diperkuat oleh deretan bintang ternama Malaysia, antara lain Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan aktris senior June Lojong.
Penampilan emosional tanpa kata dari Aghniny Haque dalam film Khadam dapat disaksikan serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 16 September 2026.
Ikuti informasi terbaru dan cuplikan resmi yang dapat diakses melalui akun media sosial @khadamthemovie dan @cbipictures.
About Red Communications
2/3
Founded in 1999, Red Communications is an award-winning Malaysian production house with a strong legacy in film, television and digital content. Renowned for shaping youth-driven and culturally resonant stories, Red has produced some of Malaysia's most iconic feature films including Gol & Gincu (2005), its sequel Gol & Gincu Vol.2 (2018), Kami the Movie (2008), Istanbul Aku Datang! (2012), Sabalik Baju (2021) and Songlap (2011), each celebrated for redefining contemporary Malaysian cinema and connecting with new generations of audiences. Beyond film, Red has built an acclaimed portfolio across television and branded content with hits like Oh My English! (International Digital Emmy nominee), Club Mickey Mouse (Best Kids Show, Asian Academy Creative Awards 2018-2020) and From Saga With Love (Best Comedy Series, Asia Academy Creative Awards 2024).Red's work has also been recognised on global stages, with Operation Sumatran Rhino screening at the New York Wildlife Conservation Film Festival and long-running TV Series 3R (Respect, Relax, Respond) winning Best Infotainment Award at the 2002 Asia Television Awards. With over two decades of storytelling excellence, Red Communications continues to push creative boundaries in cinema and beyond, collaborating with international partners while championing authentic Malaysian voices on the global stage.
About Komet Productions
Helmed by experienced Southeast Asian ("SEA") content and media professional Ahmad Izham Omar, Komet is the brand name that binds the different Komet companies together in its sole vision of producing, distributing and investing into new and progressive SEA creative content.
Always on the lookout for "something new and exciting", Komet begun operations in July 2023 with a bang, securing investment into the hottest creative content IPs in the SEA region including becoming one of the Executive Producers of the landmark film Siksa Kubur directed by SEA's premier director Joko Anwar, the mega-successful Blood Brothers Bara Naga from Malaysia's blockbuster producer Skop Productions and premier SEA animated movie Ejen Ali The Movie 2 from Wau Animation which was a hit in Southeast Asia. With a high-quality curation of an ever-growing number of film slates, Komet has now turbocharged its journey into becoming a premiere producer, distributor and investor of brave and new creative content from young and emerging creative voices from SEA for global consumption.
About MAGMA Entertainment
Magala Media Arthamakmur, atau yang lebih dikenal dengan MAGMA Entertainment adalah kelanjutan dari Garuda Film, PH Indonesia di bawah kepemimpinan Hendrick Gozali yang sejak era 80an telah menghasilkan banyak tonggak sejarah film Indonesia, serta memenangkan lebih dari 25 Piala Citra selaku supremasi tertinggi dalam Festival Film Indonesia. Kini, di bawah arahan Linda Gozali dan Charles Gozali, MAGMA Entertainment tetap memegang visi-misi dan signatur. MAGMA Entertainment terus memproduksi film-film yang mentransformasi audiensnya lewat nilai baik serta penuh hati. Beberapa portofolio besar MAGMA Entertainment antara lain: Finding Srimulat (2013), Nada Untuk Asa (2015), Juara (2016), Sobat Ambyar (2021), Qodrat (2022), Pemukiman Setan (2024), Qodrat 2 (2025) dan Tumbal Darah (2025).
About VMS Studios
Visual Media Studio (VMS) adalah rumah produksi film yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. VMS hadir dengan visi untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung dengan penonton, baik di tingkat lokal maupun global. Di VMS, kami berkomitmen untuk terus mendorong batasan kreativitas dan menciptakan kisah-kisah yang menggugah dan relevan lintas budaya.
Proyek perdana kami, Pemandi Jenazah, menjadi tonggak awal yang mengukuhkan posisi VMS di industri film regional. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh penulis skenario box office Lele Laila, film ini mencatat kesuksesan luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton di seluruh dunia. Film ini juga menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa, serta menempati posisi kedua box office nasional di kuartal pertama 2024.
Dengan semangat untuk terus menghadirkan cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak hati penonton di masa depan.
About CBI Pictures
CBI Pictures adalah perusahaan distribusi dan hiburan film di Indonesia yang menghadirkan beragam film. internasional dan film konser musik kepada penonton Indonesia. Melalui distribusi teatrikal, pemasaran, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri, CBI Pictures berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman sinema yang beragam, berkualitas, dan bagi penonton di Indonesia.
CBI Pictures bekerja sama dengan produser, studio, pemegang hak, sineas, jaringan bioskop, serta berbagai mitra industri untuk memperluas jangkauan film dan mempertemukan karya-karya pilihan dengan audiens Indonesia.
Komentar
Posting Komentar