Hanung Bramantyo Mengumumkan Film Terbaru di Ideafest 2026: Descendant of the Sun, Dibintangi Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia, Menjadi Kolaborasi Internasional Dapur Film, NEWKO Global Entertainment, Next Entertainment World (NEW) dan Barunson C&C
Hanung Bramantyo Mengumumkan Film Terbaru di Ideafest 2026: Descendant of the Sun, Dibintangi Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia, Menjadi Kolaborasi Internasional Dapur Film, NEWKO Global Entertainment, Next Entertainment World (NEW) dan Barunson C&C
Jakarta, 5 September 2026 - Produser dan sutradara Hanung Bramantyo mengumumkan proyek film terbarunya, yang telah dinantikan sejak lama, Descendant of the Sun. Film ini akan menjadi kolaborasi internasional rumah produksi Dapur Film bersama, RFA, NEWKO Global Entertainment, serta perusahaan hiburan ternama Korea Selatan, NEW, Barunson C&C, D BAY FILM FACTORY SDN. BHD, serta PH Indonesia Dwi Warna Sentosa (Tobali Film) dan Piring Langit. Barunson E&A akan menangani penjualan film ini secara internasional, sementara Contents Panda, anak perusahaan NEW, akan menangani distribusi film di Korea Selatan.
Descendants of the Sun adalah sebuah karya kelas dunia yang hak penayangannya telah diekspor ke 32 negara dan telah ditonton oleh penonton di sekitar 100 negara di seluruh dunia melalui platform OTT global, untuk pertama kalinya di dunia dibuat menjadi sebuah film di Indonesia. Setelah diadaptasi oleh berbagai negara dalam format serial, untuk pertama kalinya Descendants of the Sun diadaptasi ke format film, dan akan menjadi kolaborasi internasional antara Korea Selatan dan Indonesia.
Film ini diadaptasi dari serial televisi Korea berjudul “DESCENDANTS OF THE SUN”, yang diproduksi oleh NEW, disutradarai oleh Lee Eung-bok, serta ditulis oleh Kim Eun-sook dan Kim Won-suk. Contents Panda, anak perusahaan NEW, akan menangani distribusi film Descendants of the Sun di Korea Selatan.
Film Descendants of the Sun merupakan adaptasi dari serial fenomenal Korea Selatan. Namun, alih-alih sekadar adaptasi, film ini memiliki identitas dan cerita yang berbasis pada relevansi Indonesia, yang selaras dengan kisah utama dalam serialnya. Sejak awal, NEWKO Global Entertainment, NEW dan 2 of the Sun kini telah menyelesaikan syutingnya, dengan ini saya mengumumkan film ini akan segera tayang pada 2027 di bioskop Indonesia, dengan jajaran pemeran berbakat yang dimiliki industri perfilman Indonesia,” ujar sutradara Hanung Bramantyo.
“Prosesnya berjalan cukup lama, dan akhirnya senang bisa mengumumkan kolaborasi internasional ini,” tambah Hanung. Film Descendant of the Sun dibintangi oleh jajaran pemeran hebat dengan filmografi panjang dan pemenang penghargaan, Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia. Jajaran pemeran film secara lengkap akan diumumkan mendatang.
Hanung juga menambahkan, dipilihnya Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran utama yang akan terlibat dalam dinamika romansa karena keduanya merupakan cerminan dua aktor besar Indonesia dan dicintai juga oleh masyarakat Indonesia.
Meski belum mengungkapkan sinopsisnya, film Descendants of the Sun akan mengikuti kisah romansa dari pasangan beda profesi dan idealisme. Proyek ini sekaligus menjadi kolaborasi internasional studio asal Indonesia dan Korea Selatan.
Reza Rahadian, mengungkapkan antusiasmenya saat ia bergabung dengan proyek besar ini. Baginya, Hanung adalah sosok kakak sekaligus guru, sehingga tak ada kata tidak untuk selalu terlibat dalam proyek yang ditawarkan untuknya dari Hanung.
Bahkan, Piala Citra FFI pertama Reza didapat saat ia berperan di film garapan Hanung, Perempuan Berkalung Sorban (2009). “Mas Hanung bagi saya sudah seperti Kakak. Kami bekerja bersama sejak lama, sejak film Perempuan Berkalung Sorban (2009). Bahkan dari video klip, kami sudah bekerja sama. Jadi ini bukan sekadar reuni, karena hampir setiap tahun mungkin pasti kami ada produksi bersama. Saya tidak bisa menolak untuk Mas Hanung,” ujar Reza Rahadian.
Sementara itu, Dian Sastrowardoyo sedikit membocorkan mengenai dinamika karakter yang akan diperankannya. Di film Descendants of the Sun, untuk pertama kalinya Dian akan terlibat relasi love interest bersama Reza, dan untuk pertama kalinya keduanya bermain bersama sebagai pemeran utama di satu judul.
“Saya dan Reza tentu saja sudah lama berkarier di perfilman, dan sudah sejak lama kami saling mengenal. Tapi ternyata baru di proyek inilah kami benar-benar dipersatukan dalam sebuah project sebagai co-actors, dan akan terlibat love interest, sangat excited,” ujar Dian Sastrowardoyo.
Eva Celia, yang bergabung dengan jajaran nama besar dalam proyek yang paling dinantikan dan diarahkan oleh Hanung Bramantyo, mengungkapkan antusiasmenya sekaligus perasaannya yang campur aduk.
“Deg-degan sekali awalnya, apalagi di film ini saya mendapat tantangan tersendiri. Namun Mas Hanung berhasil memberikan ruang yang nyaman dalam direction-nya, sehingga saya juga merasa menemukan playground dalam mengembangkan karakter yang saya perankan,” ujar Eva Celia.
Film Descendants of the Sun akan segera tayang di bioskop Indonesia. Nantikan informasi dan perkembangan terbaru film ini melalui akun Instagram resmi @dapurfilm dan @filmdots_indonesia, sampai jumpa di bioskop.
***
Tentang DAPUR FILM INDONESIA
DAPUR FILM Indonesia didirikan pada 31 Desember 2003 oleh Hanung Bramantyo di Jakarta, Indonesia. Di mana sudah melahirkan sineas-sineas muda seperti Angga Dwimas Sasongko, Fajar Nugros, Fajar Bustomi, Gina S Noer, dan sebagainya.
Sekarang, DAPUR FILM sudah menjadi Production House yang menghasilkan banyak film-film box office terutama dengan genre drama romance.
Tentang Hanung Bramantyo
Lahir di Yogyakarta, 1975. Lulusan Fakultas Film & TV di Institut Kesenian Jakarta. Pertama kali memperoleh penghargaan Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 2005.
Film pertama yang bertemakan drama berjudul Ayat-Ayat Cinta (2008) memperoleh 3,6 juta penonton, disusul film Rudy Habibie (2016) memperoleh 2 juta Penonton, Habibie & Ainun memperoleh 2,2 juta Penonton dan Miracle in Cell no 7 (2022) memperoleh 5,8jt Penonton.
Selain box office, film bertemakan historical periodic lainnya mendapatkan penghargaan internasional seperti Kartini (2017) menjadi satu satu nya film Indonesia yang diputar di PBB dalam Kongres Perempuan Dunia; dan film Sultan Agung (2018) mendapatkan penghargaan Jury Prize di Azkubat International Film Festival Rusia tahun 2019.
Komentar
Posting Komentar