Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing Siap Menghantui Bioskop Mulai 24 September 2026

Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing Siap Menghantui Bioskop Mulai 24 September 2026

Dibintangi Aghniny Haque dan Surya Saputra, film Bisikan Desa Gringsing ajak penonton mengungkap misteri di balik teror yang menghantui Desa Gringsing

Jakarta, 18 September 2026 Setelah memperkenalkan dunia Desa Gringsing melalui rangkaian first look, poster, dan trailer, hari ini Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) menggelar press screening dan press conference film horor misteri Bisikan Desa Gringsing. Untuk pertama kalinya, para undangan media menyaksikan secara utuh perjalanan Hesti (Aghniny Haque) memasuki Desa Gringsing dan mengungkap misteri yang selama ini disimpan oleh para penghuninya.


Ditulis dan disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, Bisikan Desa Gringsing membawa penonton mengikuti Hesti yang datang ke Desa Gringsing untuk mencari ayahnya yang hilang. Pencarian tersebut membawanya pada teror Fatimah (Fatmah Nahdi), arwah yang mengurung seluruh warga di dalam desa dan membunuh siapa saja yang mencoba keluar. Semakin Hesti mencari jawaban, semakin banyak rahasia yang terungkap. Setiap karakter menyimpan potongan cerita, dan setiap jawaban justru membawa Hesti semakin dalam memasuki misteri yang ternyata juga berkaitan dengan trauma dari masa lalunya.

"Sejak awal kami ingin Bisikan Desa Gringsing menjadi pengalaman sinematik di mana penonton terus terlibat dengan ceritanya. Hesti datang ke desa Gringsing untuk mencari satu jawaban, tetapi perjalanannya justru membuka begitu banyak pertanyaan lain. Sekarang filmnya sudah utuh dan akhirnya bisa kami perlihatkan kepada teman-teman media. Kami berharap pengalaman mencari jawaban bersama Hesti inilah yang nantinya juga akan membuat penonton terus membicarakan film ini setelah keluar dari bioskop," ujar Manoj Samtani, Produser Mandela Pictures.

Pengalaman memasuki Desa Gringsing juga dibangun melalui pendekatan visual yang menjadi salah satu terobosan produksi film ini. Bisikan Desa Gringsing merupakan film panjang horor Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi virtual production dalam proses produksinya. Sejumlah adegan diproduksi menggunakan LED volumetric stage yang memungkinkan lingkungan digital fotorealistik ditampilkan secara real time di hadapan para pemain, sementara bagian lainnya dilakukan di real set. Perpaduan keduanya digunakan untuk membangun dunia Desa Gringsing, dari jalanan berkabut, bangunan desa yang terasa mengancam, hingga berbagai peristiwa supernatural.

"Bisikan Desa Gringsing menunjukkan bagaimana teknologi dapat memberikan hasil terbaik ketika digunakan untuk mendukung cerita. Dengan memadukan virtual production, real set, serta talenta kreatif dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia, kami bersama-sama membangun Desa Gringsing sebagai satu dunia sinematik yang utuh. Kami bangga menjadi bagian dari kolaborasi ini dan tidak sabar untuk akhirnya membawa pengalaman Desa Gringsing kepada penonton di layar lebar," ujar Nick GC Tan, Founder dan CEO Oceanus Media Global (OMG Studios).

Pendekatan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri. Pengambilan gambar di studio virtual production dilakukan lebih dahulu sebelum produksi berlanjut di real set, sehingga kesinambungan visual antara lingkungan digital dan fisik harus dirancang secara presisi. Detail ruang, pencahayaan, komposisi, hingga pergerakan pemain perlu dijaga agar keduanya terasa sebagai satu dunia yang sama. Proses tersebut juga menuntut penyesuaian dalam penyutradaraan dan permainan para aktor ketika berpindah dari lingkungan virtual ke set nyata.

"Buat saya, tantangan menariknya justru bagaimana teknologi dan real set akhirnya tidak terasa sebagai dua dunia yang berbeda ketika menjadi satu film. Karena kami syuting di studio virtual production lebih dahulu, banyak hal harus sudah dipikirkan sejak awal agar ketika dilanjutkan di real set, visual, blocking, sampai atmosfernya tetap terasa menyambung. Teknologi memberi kami kemungkinan baru, tetapi pada akhirnya semuanya harus bekerja untuk membuat penonton percaya bahwa Desa Gringsing benar-benar satu tempat yang utuh," ujar Ivander Tedjasukmana, penulis dan sutradara Bisikan Desa Gringsing.

Teknologi tersebut juga tidak berdiri sendiri. Virtual production berpadu dengan sinematografi, tata artistik, tata suara, musik, serta permainan para aktor untuk membangun Desa Gringsing sebagai sebuah dunia yang perlahan membawa penonton semakin dalam ke dalam misterinya. Lagu "Perjalanan Menawar Racun" karya Kunto Aji turut menjadi bagian dari perjalanan emosional film.

Bagi Aghniny Haque, perpindahan antara lingkungan virtual dan real set juga menghadirkan pengalaman baru dalam membangun perjalanan Hesti. "Sebagai pemain, saya harus percaya bahwa semua yang dialami Hesti benar-benar terjadi di satu dunia yang sama, meskipun proses syutingnya dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. Saat di studio virtual production, lingkungan Desa Gringsing sudah bisa kami lihat langsung di layar LED, sementara ketika berpindah ke real set, tantangannya adalah menjaga kembali emosi dan pengalaman Hesti agar tetap berkesinambungan. Buat saya ini pengalaman baru yang menarik, karena teknologi akhirnya tetap harus bertemu dengan hal paling mendasar dalam akting, yaitu bagaimana kita percaya pada situasi dan karakter yang kita jalani," tutur Aghniny Haque, pemeran Hesti.

Menjelang perilisan, Bisikan Desa Gringsing telah bertemu langsung dengan penonton melalui rangkaian special screening pada 12-13 September 2026 di sejumlah bioskop. Rangkaian promosi juga hadir di sejumlah sekolah kejuruan dan universitas melalui film talks yang mendapat sambutan antusias, terutama terhadap pengalaman tim produksi dalam memanfaatkan teknologi virtual production dan menjalankan kolaborasi produksi internasional.

Bisikan Desa Gringsing merupakan hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Produksi dilakukan dengan memanfaatkan studio virtual production OMG Studios di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia. Film ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan. cerita dan talenta Indonesia dengan teknologi, infrastruktur, serta kolaborasi kreatif lintas negara di Asia Tenggara.

Dibintangi Aghniny Haque, Fatmah Nahdi, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, lyang Darmawan, Akun Gege, Swetajaloe, Nina Tamam, Mian Tiara, Nizar Umar, Azkya Mahira, Shaqueena Medina Lukman, dan Nazhira Rizka, film Bisikan Desa Gringsing tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Ikuti perkembangan Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun resmi media sosialnya.


***


INFORMASI FILM

KEY CREW

Director: Ivander Tedjasukmana

Screenplay: Ivander Tedjasukmana

Producers: Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G. Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin, Yogi Arifiandy

Director of Photography: Oki Prabowo

Art Director: Anam AD

Virtual Production Supervisor: Kelvin Koh

Virtual Production Technical Director: Shawn Ang

Virtual Art Directors: Tommy Tan, Mohamed Farhan

Music Director: Fajar Yuskemal

Editor: Yoga Krispratama

Sound Designer: Syaifullah Praditya, M.P.S.E

SUPPORTED BY

Infocomm Media Development Authority (IMDA) | Studios Film Office (SFO) | Ministry of Culture, Republic of Indonesia

SALES CONTACT

Mandela Pictures

Email: sales@rec.id

AKUN MEDIA SOSIAL RESMI

Instagram : @bisikandesagringsing @mandela_pictures

Twitter/X : @mandela_pictures

Tik Tok : @mandela_pictures

YouTube : Mandela Pictures

KONTAK MEDIA

The PUBLICIST Haus

Michael Ratnadwijanti

HP : +62 822 1197 5148

Email : kontak.thepublicist@gmail.com

TENTANG MANDELA PICTURES

Mandela Pictures adalah salah satu perusahaan produksi film dan pengelola kekayaan intelektual (intellectual property/IP) terkemuka di Indonesia, dengan warisan yang telah membentang selama puluhan tahun dalam industri perfilman nasional. Bersama perusahaan afiliasinya, 13 Entertainment, yang memiliki dan mengelola salah satu perpustakaan film swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 700 judul film Indonesia beserta hak eksploitasi global tanpa batas waktu (worldwide perpetuity rights), Mandela Pictures beroperasi di persimpangan antara pelestarian warisan IP dan pengembangan cerita-cerita kontemporer. Kegiatan perusahaan mencakup pengembangan cerita orisinal, produksi film panjang, distribusi film bioskop, hingga layanan pascaproduksi, dengan rekam jejak yang kuat dalam berbagai genre, mulai dari film bergenre, keluarga, hingga drama prestisius.

TENTANG OCEANUS MEDIA GLOBAL (OMG STUDIOS)

Oceanus Media Global (OMG Studios) adalah perusahaan MediaTech berbasis di Singapura yang mengoperasikan studio virtual production (VP) serta kapabilitas konten AIGC di kawasan Asia Tenggara. Studio virtual production milik OMG Studios berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia fasilitas yang didukung oleh Khazanah Nasional sehingga memungkinkan terciptanya produksi virtual production berstandar dunia di kawasan ini. Deretan proyek ko-produksi internasional yang terus berkembang menjadi bagian dari misi perusahaan untuk menempatkan Asia Tenggara sebagai pusat global bagi generasi baru penceritaan kreatif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Official Teaser BIFF 2025 Version Tampilkan Perjalanan Emosional Ali Fikry Menghadapi Duka

PERTARUHAN THE SERIES 3:The Biggest Action Series in Indonesia is Back!“Kasih Paham Pake Hantam!”

Bukan Film Horor, “Pesugihan Sate Gagak” Siap Jadi ObatManjur Bikin Tertawa Satu IndonesiaAksi ‘Trio Gagak’ Bikin Ngakak Mulai 13 November 2025 Di Bioskop