Sering Ketemu Anak Muda yang Lagi Tersesat, Habib Jafar Turun Tangan Ikut Supervisi Naskah Film Seni Merayu Tuhan

Sering Ketemu Anak Muda yang Lagi Tersesat, Habib Jafar Turun Tangan Ikut Supervisi Naskah Film Seni Merayu Tuhan

JAKARTA, 30 Juli 2026 - Sosok Habib Jafar kini menjadi salah satu sosok yang banyak diikuti anak muda. Meski dirinya dikenal sebagai pendakwah, namun pembawaannya yang selalu membahas berbagai hal termasuk keresahan anak muda dalam menjalani hidup.

Habib Jafar sendiri menjadi salah satu sosok podcaster ternama dengan beberapa show yang dibawakannya. Tak mengherankan jika sosoknya kini menjadi salah satu pendakwah paling tenar bagi anak-anak muda saat ini.

Terbaru, Habib Jafar sendiri tengah menyambut proyek terbarunya, lewat film Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku best seller-nya yang berjudul sama. Film ini akan menceritakan tentang perjalanan anak muda dalam mencari arti hidup.

Tak cuma sekadar mempersilakan bukunya diadaptasi, dalam proses kreatif, Habib Jafar pun turut terlibat dalam pengembangan dan supervisi skenario bersama dengan tim Wahana Kreator dalam ruang penulisan. Ia juga memastikan karakter utama dalam film ini tidak digambarkan sebagai sosok suci tanpa cela.

Sebaliknya, film ini mengangkat tokoh yang hancur, kelelahan dengan tuntutan hidup, dan merasa jauh dari agama. Sebab, sosok-sosok seperti itulah yang biasanya Habib Jafar temui, anak muda yang berjuang dengan kesehatan mentalnya hingga masalah keluarga, yang juga bisa disebut 'pemuda tersesat'.

"Pesan saya saat awal ketika mengembangkan ide film ini adalah, tolong, jangan bikin tokoh utamanya itu orang yang sudah suci dari awal. Karena itu tidak relatable buat anak muda zaman sekarang. Anak muda sekarang itu lagi capek. Capek di-judge, capek dituntut macam-macam," ungkap Habib Jafar menceritakan visinya di film Seni Merayu Tuhan.

Menurut Habib Jafar, kegelisahan yang dirasakan generasi muda saat ini adalah jembatan yang sebenarnya bisa digunakan untuk 'merayu' Tuhan dengan cara yang jauh lebih romantis dan intim.

"Tokoh utama di film ini adalah representasi anak-anak yang mungkin tatonya banyak, mungkin jarang ke masjid, tapi di dalam kamarnya, jam 3 pagi, dia menangis dan ngobrol sama Tuhan. Nah, obrolan jam 3 pagi itulah bentuk rayuan paling indah," jelas Habib Jafar.

Secara sinematografi, film Seni Merayu Tuhan juga dirancang dengan visual yang puitis dan reflektif. Dialog-dialog sunyi dan adegan-adegan sederhana seperti mensyukuri rintik hujan di angkringan saat hidup lagi capek-capeknya, dijadikan simbol bahwa hubungan dengan Tuhan tidak melulu transaksional, melainkan bisa dibangun lewat interaksi sehari-hari yang jujur.

Film Seni Merayu Tuhan pun ingin memberikan ruang reflektif yang bebas dari penghakiman. "Kalau selama ini kalian merasa jauh dari Tuhan, merasa berdosa banget, ingat, Tuhan itu Maha Penerima Rayuan. Jangan takut untuk kembali, karena Tuhan selalu menunggu kalian untuk pulang," kata Habib Jafar.

Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Diproduseri oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama, film ini menjadi debut penyutradaraan editor Pemenang 3 Piala Citra FFI Cesa David Luckmansyah. Naskah film ini ditulis oleh Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer. Di film ini, Gina juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania.

Film Seni Merayu Tuhan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Seni Merayu Tuhan diproduksi oleh Wahana Kreator yang bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, Virtuelines Entertainment, dan Suraya Filem.

Tonton film Seni Merayu Tuhan di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi di Instagram @wahana.kreator dan @filmsenimerayutuhan.

***

Tentang Wahana Kreator

Wahana Kreator adalah perusahaan berbasis riset dan pengembangan cerita yang menghasilkan pencipta dan konten berkualitas tinggi. Unit usaha kami terdiri dari Wahana Edukasi (d/h PlotPoint Kreatif) yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan untuk regenerasi kreator konten Indonesia, Wahana Penulis yang meneliti kebutuhan dan mengembangkan cerita menarik tepat sasaran khalayak, serta Wahana Dimensi yang menghadirkan tim produksi terampil dan profesional untuk mengembangkan cerita menjadi konten audio visual.

Pada tahun 2019, film DUA GARIS BIRU berhasil meraih 2,5++ juta penonton serta masuk ke dalam jajaran nominasi FFI 2019. Pada tahun 2023, Wahana Kreator merilis Like & Share yang meraih 3 penghargaan dalam FFI 2023. Wahana Kreator juga merilis film Agen +62 yang tayang di bioskop tahun 2025 dan telah tayang di Netflix.

Selain berkolaborasi dalam produksi audio visual, kami juga terlibat dalam produksi drama audio/podcast seperti Horor Pendek dan Kisah Horor The Sacred Riana. Informasi lengkap mengenai Wahana Kreator bisa disimak pada situs kami: wahanakreator.com.

KONTAK MEDIA
POPLICIST Publicist
publicist@poplicist.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Official Teaser BIFF 2025 Version Tampilkan Perjalanan Emosional Ali Fikry Menghadapi Duka

Vidio Luncurkan Musim Ketiga “Open BO : I Am Campus” Cerita Komedi / Drama Dewasa Dunia Mahasiswa dengan Plot Yang Berani dan Berbeda

PERTARUHAN THE SERIES 3:The Biggest Action Series in Indonesia is Back!“Kasih Paham Pake Hantam!”