Dari Buku Best Seller Habib Jafar ke Layar Lebar: Seni Merayu Tuhan, Film yang Menyajikan Perjalanan Mencari Makna Hidup dan Jati Diri
Dari Buku Best Seller Habib Jafar ke Layar Lebar: Seni Merayu Tuhan, Film yang Menyajikan Perjalanan Mencari Makna Hidup dan Jati Diri
Film Seni Merayu Tuhan tayang mulai 13 Agustus 2026 di bioskop
Jakarta, 4 Agustus 2026 Wahana Kreator Nusantara mempersembahkan film drama coming of age terbaru berjudul Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar, dan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Mengikuti perjalanan Hikmah (Ari Irham), anak muda yang ditinggal mati ibunya, dan kehilangan arah hidup.
Film ini memberikan perasaan hangat dengan sajian yang mengharukan sekaligus dekat. Di tengah hidup yang serba sibuk dan mengejar duniawi, terkadang kita lupa dengan orang-orang sekitar, hingga waktu mengambil hal yang paling berharga. Itulah yang menjadi perjalanan Hikmah saat ia hilang arah, ingin berubah menjadi lebih baik dengan cara instan, justru membuatnya malah makin jauh dari tujuan.
Melalui Hikmah, kita kembali diingatkan bahwa perubahan dalam hidup tak perlu terburu-buru, namun dengan cara perlahan dan kelembutan, kita bisa memaknai setiap makna dari peristiwa yang kita alami.
Disutradarai oleh Cesa David, yang menjadi debut penyutradaraannya, film Seni Merayu Tuhan menawarkan drama coming of age dengan sentuhan sudut pandang yang berbeda. Kisah Hikmah, 'pemuda tersesat' di film ini seakan menjadi refleksi untuk yang menontonnya, alih-alih menghakimi. Film ini juga mengajak penontonnya untuk bertumbuh, seiring perjalanan kedewasaan yang dialami Hikmah.
"Bagi saya, film ini menjadi ruang kontemplasi. Kisah di film ini adalah bagaimana kita juga bisa mencintai sesama, dan menjadi orang baik untuk semuanya, semangat itu yang ingin saya hadirkan lewat filmnya," ujar sutradara Cesa David.
Sementara itu, bagi Habib Jafar, film Seni Merayu Tuhan diharapkan juga menjadi karya yang bisa membawa penontonnya bisa berefleksi. Makna Seni Merayu Tuhan, disebutkan Habib Jafar sebagai sebuah filosofi mengajak Tuhan turut hadir dalam setiap langkah hidup menuju manusia yang lebih baik.
"Saya berharap, setelah penonton menonton film ini bisa merenungkan dirinya secara utuh, sebagai manusia, hamba Tuhan, sebagai anak, sebagai orangtua, dan sebagai dirinya sendiri. Saya berharap, detik itu akan menjadi detik paling kencang sebagai Seni Merayu Tuhan," ujar Habib Jafar.
Salah satu adegan yang membuat Habib Jafar terharu adalah saat karakter Hikmah mengabaikan ibunya, yang diperankan Rieke Diah Pitaloka. Menurut Habib Jafar, bagian itu juga cukup dekat dengan dirinya. Ketika kecil, banyak dari kita yang merasa ingin selalu hadir untuk orangtua, namun dalam kenyataan hidup tidak semudah itu.
Ari Irbam, yang memerankan Hikmah, mengungkapkan bahwa di film ini juga berbicara dari dekat. Termasuk relasi antara anak dan orangtua. "Mungkin kita sering terlalu fokus sama hal yang ada di pikiran kita. Kita mau ngapain, harus ngapain, dan karena kita terlalu fokus dengan apa yang kita inginkan, seringnya melupakan orang-orang di sekitar kita, melupakan orangtua. Bagiku itu sangat relate," ujar Ari Irham.
Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Film ini diproduseri oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama, dengan produser eksekutif Gina S. Noer dan Orchida Ramadhania.
Selain menjadi produser eksekutif, Gina juga turut menulis naskah film ini bersama Rino Sarjono dan Salman Aristo. Menurut Gina, dalam proses menulis film ini juga menjadi ruang reflektif secara personal.
"Saat menulis naskah untuk film ini, juga turut menjadi perjalanan saya melihat duka ketika ayah saya meninggal. Proses menulisnya menjadi refleksi baru, tentang kehilangan dan ketuhanan. Ketika berproses, saya merasakan kesejukan yang berbeda dibanding dengan menulis skenario lainnya," ungkap produser eksekutif dan penulis skenario Gina S. Noer.
Seni Merayu Tuhan diproduksi oleh Wahana Kreator yang bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, Virtuelines Entertainment, dan Suraya Filem.
"Film Seni Merayu Tuhan juga menandai ketiga kalinya PK Films bekerja sama dengan Wahana Kreator Nusantara. Di film ini, PK Films turut mendukung dengan integrasi ekosistem melalui serangkaian aktivasi promosi strategis. Termasuk membawa Seni Merayu Tuhan di panggung festival musik The Sounds Project pada 8 Agustus 2026, bersama para musisi yang mengisi OST film ini, Adhitia Sofyan dan Biru Baru. Tak hanya itu, kami juga membawa Habib Jafar untuk take over siaran di Prambors," ujar produser eksekutif dari PK Films Peter Harjani.
Tonton film Seni Merayu Tuhan di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi di Instagram @wahana.kreator dan @filmsenimerayutuhan.
Tentang Wahana Kreator
Wahana Kreator adalah perusahaan berbasis riset dan pengembangan cerita yang menghasilkan pencipta dan konten berkualitas tinggi. Unit usaha kami terdiri dari Wahana Edukasi (d/h PlotPoint Kreatif) yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan untuk regenerasi kreator konten Indonesia, Wahana Penulis yang meneliti kebutuhan dan mengembangkan cerita menarik tepat sasaran khalayak, serta Wahana Dimensi yang menghadirkan tim produksi terampil dan profesional untuk mengembangkan cerita menjadi konten audio visual.
Pada tahun 2019, film DUA GARIS BIRU berhasil meraih 2,5++ juta penonton serta masuk ke dalam jajaran nominasi FFI 2019. Pada tahun 2023, Wahana Kreator merilis Like & Share yang meraih 3 penghargaan dalam FFI 2023. Wahana Kreator juga merilis film Agen +62 yang tayang di bioskop tahun 2025 dan telah tayang di Netflix.
Selain berkolaborasi dalam produksi audio visual, kami juga terlibat dalam produksi drama audio/podcast seperti Horor Pendek dan Kisah Horor The Sacred Riana. Informasi lengkap mengenai Wahana Kreator bisa disimak pada situs kami: wahanakreator.com.
KONTAK MEDIA
POPLICIST Publicist
publicist@poplicist.com
Komentar
Posting Komentar