Tampilan Pertama Adegan Mencekam dari Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing Tayang Mulai 24 September 2026 di Bioskop Indonesia

Tampilan Pertama Adegan Mencekam dari Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing Tayang Mulai 24 September 2026 di Bioskop Indonesia



Film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP) dan memanfaatkan LED volumetric stage berstandar dunia hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia



Jakarta, 10 Juli 2026 - Setelah publikasi foto-foto adegan pertamanya di media sosial pada bulan Mei lalu, disusul kemudian dengan perilisan teaser poster minggu lalu, hari ini Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) menampilkan cuplikan pertama dari film terbarunya, Bisikan Desa Gringsing. Melalui video first look berdurasi kurang dari 1 menit, penonton disajikan dengan adegan mencekam yang dialami karakter utamanya, Hesti, diperankan oleh Aghniny Haque, saat perjumpaan pertama kalinya dengan karakter Fatimah, diperankan oleh Fatmah Nadhi, sosok yang menghantui warga Desa Gringsing. Di akhir video tersebut juga diumumkan tanggal tayang film Bisikan Desa Gringsing, mulai 24 September 2026 di bioskop Indonesia.


Film horor misteri yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana ini merupakan hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Bisikan Desa Gringsing sekaligus menjadi film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP), teknologi yang akan menghadirkan atmosfer mencekam dari Desa Gringsing, mulai dari jalanan berkabut, struktur desa yang terasa mengancam, hingga kemunculan visi supernatural, dengan presisi sinematik yang sulit dicapai melalui pengambilan gambar yang konvensional. Film ini juga menjadi film panjang Indonesia pertama yang memanfaatkan LED volumetric stage berstandar dunia, di mana para aktor berakting di depan layar LED beresolusi tinggi yang menampilkan lingkungan digital fotorealistik secara real time. Sebuah upaya demi mempersembahkan sebuah pengalaman sinematik yang baru dalam sajian film horor Indonesia.

"Sebuah kehormatan bagi saya saat dipercaya untuk menangani project film dengan pemanfaatan teknologi Virtual Production ini. Bisikan Desa Gringsing menjadi tantangan baru, tidak hanya buat saya tapi tentu buat para aktor dan hampir semua tim yang terlibat. Namun, Mandela Pictures dan OMG Studios berhasil menjadi tim yang luar biasa, semua handal di bidangnya, serta memiliki kinerja terbaik sehingga semua kendala teratasi dengan baik. Semoga apa yang kami upayakan bisa dirasakan juga oleh para penonton saat berjumpa di bioskop nanti," ujar sutradara Ivander Tedjasukmana.

Film Bisikan Desa Gringsing bercerita tentang HESTI (Aghniny Haque), seorang perempuan yang mencari ayahnya yang hilang. Pencarian membawanya ke sebuah kampung bernama Desa Gringsing dan ia pun terseret ke dalam teror arwah FATIMAH (Fatmah Nahdi) yang menghantui desa itu.

"Memerankan Hesti dalam film ini adalah pengalaman pertama saya berperan dalam sebuah produksi dengan teknologi virtual production. Di satu sisi menyenangkan karena beberapa lokasi adegan bisa dilakukan di satu set saja, tapi ternyata tantangannya datang dalam bentuk yang lain lagi. Butuh teknik dan pendekatan baru buat saya, dan ini justru menjadi kesempatan buat saya mengeksplorasi hal-hal baru dalam pengalaman keaktoran saya," tutur Aghniny Haque, pemeran Hesti.

Bisikan Desa Gringsing dibintangi oleh Aghniny Haque, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Nina Tamam, Fatmah Nahdi, Iyang Darmawan, Akun Gege, dan Mian Tiara. Film saat ini berada pada tahap akhir paska-produksi dan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Ikuti perkembangan Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun resmi media sosialnya.

INFORMASI FILM

KEY CREW

Director: Ivander Tedjasukmana

Screenplay: Ivander Tedjasukmana

Producers: Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G. Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin, Yogi Arifiandy

Director of Photography: Oki Prabowo

Art Director: Anam AD

Virtual Production Supervisor: Kelvin Koh

Virtual Production Technical Director: Shawn Ang

Virtual Art Directors: Tommy Tan, Mohamed Farhan

Music Director: Fajar Yuskemal

Editor: Yoga Krispratama

Sound Designer: Syaifullah Praditya, M.P.S.E 

SUPPORTED BY

Infocomm Media Development Authority (IMDA) | Studios Film Office (SFO) | Ministry of Culture, Republic of Indonesia

SALES CONTACT

Mandela Pictures

Email: sales@rec.id

AKUN MEDIA SOSIAL RESMI

Instagram : @bisikandesagringsing @mandela_pictures

Twitter/X : @mandela_pictures

TikTok : @mandela_pictures

YouTube : Mandela Pictures

KONTAK MEDIA

The PUBLICIST Haus

Michael Ratnadwijanti

HP : +62 822 1197 5148

Email : kontak.thepublicist@gmail.com

TENTANG MANDELA PICTURES

Mandela Pictures adalah salah satu perusahaan produksi film dan pengelola kekayaan intelektual ( intellectual property/IP) terkemuka di Indonesia, dengan warisan yang telah membentang selama puluhan tahun dalam industri perfilman nasional. Bersama perusahaan afiliasinya, 13 Entertainment, yang memiliki dan mengelola salah satu perpustakaan film swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 700 judul film Indonesia beserta hak eksploitasi global tanpa batas waktu (worldwide perpetuity rights), Mandela Pictures beroperasi di persimpangan antara pelestarian warisan IP dan pengembangan cerita- cerita kontemporer. Kegiatan perusahaan mencakup pengembangan cerita orisinal, produksi film panjang, distribusi film bioskop, hingga layanan pascaproduksi, dengan rekam jejak yang kuat dalam berbagai genre, mulai dari film bergenre, keluarga, hingga drama prestisius.

TENTANG OCEANUS MEDIA GLOBAL (OMG STUDIOS)

Oceanus Media Global (OMG Studios) adalah perusahaan MediaTech berbasis di Singapura yang mengoperasikan studio virtual production (VP) serta kapabilitas konten AIGC di kawasan Asia Tenggara. Studio virtual production milik OMG Studios berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia — fasilitas yang didukung oleh Khazanah Nasional — sehingga memungkinkan terciptanya produksi virtual production berstandar dunia di kawasan ini. Deretan proyek ko-produksi internasional yang terus berkembang menjadi bagian dari misi perusahaan untuk menempatkan Asia Tenggara sebagai pusat global bagi generasi baru penceritaan kreatif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Official Teaser BIFF 2025 Version Tampilkan Perjalanan Emosional Ali Fikry Menghadapi Duka

Vidio Luncurkan Musim Ketiga “Open BO : I Am Campus” Cerita Komedi / Drama Dewasa Dunia Mahasiswa dengan Plot Yang Berani dan Berbeda

PERTARUHAN THE SERIES 3:The Biggest Action Series in Indonesia is Back!“Kasih Paham Pake Hantam!”