Mengenal Edwin, Sutradara Indonesia Pemenang Banyak Penghargaan!

Mengenal Edwin, Sutradara Indonesia Pemenang Banyak Penghargaan!

Selalu Membawa Eksperimen dan Eksplorasi Sinematik Termasuk di Film Terbarunya Monster Pabrik Rambut

Monster Pabrik Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 28 Mei 2026 - Edwin adalah salah satu sutradara Indonesia yang memiliki rekam jejak filmografi menawan. Salah satu prestasi tertingginya adalah filmnya, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021) memenangkan penghargaan utama di ajang festival film internasional, yakni Golden Leopard di Locarno International Film Festival.


Kini, Edwin akan merilis film terbarunya, Monster Pabrik Rambut, yang akan tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia. Film ini juga telah berkeliling di berbagai festival film internasional. Monster Pabrik Rambut tayang perdana di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Dilanjutkan dengan tayang di Hong Kong International Film Festival (HKIFF) 2026, dan tayang di Fantasia Film Festival 2026 di Montreal, Kanada.

Monster Pabrik Rambut menjadi film panjangnya kedelapan. Sebelumnya, Edwin telah menggarap film panjang Kabut Berduri (2024), Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), Aruna & Lidahnya (2018), Posesif (2017), Someone's Wife in the Boat of Someone's Husband (2013), Postcards from The Zoo (2012), dan Babi Buta yang Ingin Terbang (2008).

Film-filmnya telah tayang di berbagai festival film internasional dan mendapat berbagai penghargaan. Lewat filmografinya termasuk di film pendeknya, Edwin telah meraih 28 nominasi dan 15 kemenangan di berbagai ajang festival baik di dalam negeri maupun internasional. Di antaranya di FFI ia memenangkan 4 Piala Citra. Edwin juga mendapat anugerah penghargaan Edward Yang New Talent Award di Asian Film Awards 2012.

Dikenal lebih dulu di skena perfilman independen, Edwin dinilai mampu memadukan eksplorasi berbagai elemen di setiap film-filmnya, termasuk film-film yang dinilai lebih naratif. Edwin selalu menawarkan kebaruan pendekatan dengan imajinasi sinematiknya yang fantastis.

Di film Postcards from The Zoo misalnya. Edwin menghadirkan seorang pesulap koboi misterius (Nicholas Saputra) di Kebun Binatang Ragunan Jakarta. Di film Aruna & Lidahnya, Edwin menampilkan fantasinya dalam mimpi Aruna (Dian Sastrowardoyo). Di Kabut Berduri, Edwin menghadirkan sosok misterius di tengah pedalaman hutan yang selalu menjadi bayang ketakutan dari Sanja (Putri Marino).

"Ketika membuat film saya selalu ingin memahami karakter-karakter yang ada di kehidupan kita. Ada semacam eksperimen yang harus terus dilakukan untuk mengupayakan menunjukkan dan menampilkan manusia semaksimalnya," ujar Edwin tentang eksplorasi di setiap filmnya.

Di film Monster Pabrik Rambut, Edwin juga menampilkan sisi ajaib dan fantastisnya lewat karakter Monster dan Bona (Iqbaal Ramadhan). Di film ini, Edwin menghadirkan tubuh karakter manusia yang selalu bisa tumbuh kembali layaknya amfibi endemik Meksiko Axolotl.

"Di Monster Pabrik Rambut ini ada elemen fantasi, ada monster yang harus dibuat, dan ada sisi fantasi seperti tangannya si Bona, yang diperankan Iqbaal, itu meski putus, bisa muncul lagi. Dan itu belum pernah saya buat dan jelajahi sebelumnya," tambah Edwin.

Hal itu juga yang membuat Iqbaal Ramadhan tertarik untuk memerankan karakter Bona, sekaligus terlibat sebagai produser eksekutif di film ini. "Menurutku Monster Pabrik Rambut memberikan opsi baru bagi perfilman Indonesia. Ini adalah horor yang seru, fantasi, dan ajaib. Dan aku tampil sangat berbeda di film ini, belum pernah aku lakukan sebelumnya," ujar Iqbaal Ramadhan.

Tonton keajaiban dan kefantastisan sinematik Edwin dalam film horor fantasi terbaru Monster Pabrik Rambut mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia. Dapatkan informasi terkini melalui akun Instagram @palarifilms atau situs resmi palarifilms.com

Sinopsis

PUTRI (Rachel Amanda) kehilangan ibunya, yang mati setelah beberapa hari tak tidur karena bekerja siang dan malam. Menurut MARYATI (Didik Nini Thowok). Thowok), pemilik pabrik, ibunya mati bunuh diri. Awalnya ia percaya, tapi IDA (Lutesha), adiknya, mengatakan bahwa ibu mereka mati karena kesurupan. Untuk membuktikan omongannya, Ida memutuskan untuk lembur, tak tidur berhari-hari, demi melihat sendiri sosok hitam yang merebut tubuh ibunya. BONA (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki kemampuan spesial. la mampu meregenerasi bagian tubuhnya. Sosok hitam berhasil menyandera Bona. Mampukah Putri dan Ida menyelamatkan Bona?



Tentang Palari Films
Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfiman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas".

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Fims adalah "Kabut Berduri (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya "Dear David" (2023), omnibus "Piknik Pesona" (2022), "Ali & Ratu-Ratu Queens" (2021). "Aruna & Lidahnya" (2018), "Posesif (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Kontak
POPLICIST Publicist
publicist @poplicist.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Official Teaser BIFF 2025 Version Tampilkan Perjalanan Emosional Ali Fikry Menghadapi Duka

Vidio Luncurkan Musim Ketiga “Open BO : I Am Campus” Cerita Komedi / Drama Dewasa Dunia Mahasiswa dengan Plot Yang Berani dan Berbeda

PERTARUHAN THE SERIES 3:The Biggest Action Series in Indonesia is Back!“Kasih Paham Pake Hantam!”