Musikal Perahu Kertas Hadirkan Original Soundtrack “Dua Manusia” dan “Langit Amat Indah” dalam Versi Baru oleh Maudy Ayunda dan Sistur

Musikal Perahu Kertas Hadirkan Original Soundtrack “Dua Manusia” dan “Langit Amat Indah” dalam Versi Baru oleh Maudy Ayunda dan Sistur

Jakarta, 6 Februari 2026 — Pertunjukan Musikal Perahu Kertas, yang menampilkan kisah populer dua sejoli Kugy dan Keenan, resmi menghadirkan dua original soundtrack utama yang menghidupkan kembali semesta Perahu Kertas: “Dua Manusia” yang dibawakan oleh Maudy Ayunda, serta “Langit Amat Indah” oleh trio perempuan Sistur. Kedua lagu ini dirilis sebagai bagian dari rangkaian musikal yang telah berjalan pementasannya mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 pertunjukan.

“Dua Manusia” dan “Langit Amat Indah” merupakan lagu remake dari soundtrack film Perahu Kertas (2012), yang sebelumnya masing-masing dibawakan oleh Dendy Mikes dan trio legendaris Rida, Sita, Dewi. Berdiri sebagai karya rekaman tersendiri yang merepresentasikan semangat pertunjukan, sekaligus menjembatani cerita lintas medium dari novel, film, hingga panggung musikal.

Versi terbaru “Dua Manusia” dibawakan oleh Maudy Ayunda dari sudut pandang perempuan, yang merupakan hasil pengembangan konsep yang dibahas bersama Dewi Lestari. Untuk proses produksinya, Maudy kembali menggandeng Mikha Angelo sebagai produser sekaligus kolaborator yang telah beberapa kali bekerja bersama dan telah memiliki kecocokan pendekatan musikal. Sentuhan tersebut menghadirkan aransemen yang terasa magis tanpa kehilangan karakter lagu aslinya, sekaligus memberi ruang bagi interpretasi vokal dan struktur musik yang lebih relevan dengan konteks pendengar masa kini.

Keterlibatan Maudy Ayunda kali ini menjadi momen full circle tumbuh bersama kisah Perahu Kertas. Berperan sebagai Kugy di filmnya, menyanyikan beberapa lagu soundtracknya, sehingga Maudy sangat identik dengan Perahu Kertas. Inilah bentuk dukungan berkelanjutan Maudy Ayunda terhadap IP yang membesarkan namanya, sekaligus perluasan makna cerita untuk generasi penonton hari ini.

“Menyanyikan ulang lagu ‘Dua Manusia’ terasa sangat personal buat aku. Lagu ini dulu hadir dari sudut pandang laki-laki dan sekarang aku membawakannya sebagai perempuan yang juga tumbuh bersama cerita Perahu Kertas. Rasanya seperti kembali pulang, apalagi dikerjakan bersama Dewi Lestari dan Mikha Angelo”, tutur Maudy.

Sementara itu, “Langit Amat Indah” dihadirkan ulang oleh Sistur. Sistur terdiri dari tiga perempuan musisi Indonesia, mereka adalah Tarrarin, T. Rucira, dan Jubilee Marissa. Lagu yang pertama kali dirilis lebih dari satu dekade lalu ini kembali dengan pendekatan yang lebih sederhana dan intim, tanpa mengubah lirik aslinya. Sistur menurunkan tempo lagu ini dari versi sebelumnya dan memasukan unsur vokal masing-masing personel yang memiliki daya tarik masing-masing.

Verse awal dibuka oleh vokal T. Rucira dengan karakter nada rendah yang langsung memberi kesan kuat dan membuat lagu ini terasa menonjol sejak pertama didengar. Di bagian tengah, suara Tarrarin dengan karakter vokal mezzo hadir memberi lapisan emosi yang hangat. Sementara itu, nada-nada tinggi diisi oleh Jubilee yang melengkapi keseluruhan warna vokal Sistur. Perpaduan ketiga karakter ini menghasilkan harmonisasi yang indah dan seimbang. 

Tarrarin, mewakili Sistur mengungkapkan, “Secara lirik tidak ada yang diubah, sementara aransemen dibuat lebih tone down. Kemudian, kami memilih membuatnya menjadi versi semi akustik. Inii kami pilih agar pendengar bisa lebih fokus meresapi makna lirik Langit Amat Indah”, tutur Tarrarin.

Bagi Trinity Optima Production, peluncuran ulang “Dua Manusia” dan “Langit Amat Indah” menegaskan bahwa karya dengan fondasi cerita yang kuat memiliki usia panjang dan mampu melintasi generasi serta medium. Melalui pendekatan aransemen yang adaptif terhadap tren pendengar hari ini, kedua lagu ini dihadirkan kembali tanpa menghilangkan ruh dan emosi yang sejak awal melekat pada Perahu Kertas, sekaligus membuka ruang bagi pendengar baru dan membangkitkan nostalgia bagi mereka yang telah mengikuti perjalanannya sejak awal. Hal tersebut sejalan dengan pandangan Simhala Avadana, Senior A&R Trinity Optima Production, yang menyebut bahwa Perahu Kertas adalah karya dengan napas panjang, di mana lagu-lagu dengan kekuatan cerita akan selalu relevan dan dapat terus hidup lintas generasi.

Dua original soundtrack resmi Musikal Perahu Kertas, “Dua Manusia” oleh Maudy Ayunda dan “Langit Amat Indah” oleh Sistur, telah dirilis dan dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform mulai 6 Februari 2026.

Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi “Nurturing STARS to Inspire Happiness”, TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Official Teaser BIFF 2025 Version Tampilkan Perjalanan Emosional Ali Fikry Menghadapi Duka

Vidio Luncurkan Musim Ketiga “Open BO : I Am Campus” Cerita Komedi / Drama Dewasa Dunia Mahasiswa dengan Plot Yang Berani dan Berbeda

PERTARUHAN THE SERIES 3:The Biggest Action Series in Indonesia is Back!“Kasih Paham Pake Hantam!”