Wokcop Pictures Mulai Produksi Film Drama Keluarga Surat Ke 8

Wokcop Pictures Mulai Produksi Film Drama Keluarga Surat Ke 8

Menggali Cinta Tanpa Syarat dan Jarak Emosional Antargenerasi melalui Surat-Surat Penuh Makna

Jakarta, 7 Januari 2026 – Wokcop Pictures secara resmi memulai proses syuting film drama keluarga berjudul Surat Ke 8. Film ini mengangkat kisah menyent tentang cinta abadi, pengorbanan, serta tantangan jarak emosional antargenerasi (generation gap) yang kerap hadir dalam dinamika keluarga masa kini.

Surat Ke 8 mempertemukan Aurora Ribero, Arief Didu, dan Unique Priscilla beradu peran dalam satu film, menghadirkan interaksi lintas generasi yang menjadi inti emosional cerita. Berpusat pada relasi orang tua dan anak, film ini mengisahkan tentang kehadiran surat-surat tak terduga yang menyimpan pesan penuh makna, sekaligus membuka ruang dialog atas hal-hal yang selama ini terpendam dalam sebuah keluarga.

Aurora Ribero, yang memerankan karakter Cahaya, mengungkapkan ketertarikannya sejak pertama kali membaca naskah. “Ceritanya sederhana, tapi dalam. Surat Ke 8 terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak orang karena ada peran anak, bapak, ibu, partner—jadi banyak yang bisa relate. Packaging-nya simpel, tapi banyak rasa yang akan didapat,” ujar Aurora.

Disutradarai oleh Franklin Darmadi, Surat Ke 8 menempatkan surat sebagai simbol komunikasi yang intim dan personal. “Film ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana cinta tanpa syarat itu bekerja,” ujar Franklin. “Surat-surat menjadi jembatan yang menghubungkan hati yang terpisah, mengajarkan kita bahwa merelakan bukanlah kekalahan, melainkan puncak dari sebuah keikhlasan dan pengorbanan.”

Bagi Arief Didu, yang berperan sebagai Fajar, film ini menawarkan refleksi mendalam tentang sosok ayah dan relasi orang tua–anak. “Semua yang dilakukan seorang ayah pada dasarnya adalah cerminan dari keinginannya agar anaknya baik-baik saja. Masalahnya, sering kali ada hal-hal yang tidak tersampaikan dengan baik, sehingga anak tidak sepenuhnya memahami isi pikiran orang tuanya,” tuturnya. Arief juga menilai isu generation gap yang diangkat film ini sangat relevan dengan kondisi keluar Indonesia saat ini, terutama dalam soal komunikasi antargenerasi.

Sementara itu, Unique Priscilla, yang memerankan Mentari, melihat Surat Ke 8 sebagai film yang menyoroti peran ibu secara lebih manusiawi dan reflektif. “Dari ini aku belajar bahwa menjadi seorang ibu itu tidak mudah. Ia sering menjadi perekat antara bapak, anak, dan anggota keluarga lainnya, menjaga agar komunikasi tetap berjalan dalam kondisi apa pun,” ungkapnya.

Melalui pendekatan yang reflektif, Surat Ke 8 menjadi cerminan dinamika generati gap di era kini. Film ini mengajak penonton untuk kembali merenungkan pentingnya komunikasi, empati, serta penghargaan terhadap perbedaan sudut pandang dalam keluarga; bahwa rumah, pada akhirnya, adalah tempat kita belajar menerima dan melepaskan.

Ikuti terus perkembangan terbaru film Surat Ke 8 melalui akun media sosial resmi kami di Instagram @filmsuratke8 dan @wokcop.pictures, serta kanal resmi YouTube @wokcop.pictures!

Hashtag: #SuratKe8 #FilmSuratKe8 #Wokcop #WokcopPictures #SK8

Tentang Wokcop Pictures

Wokcop Pictures adalah rumah produksi yang bergerak di bidang produksi komersial dan berbagai kebutuhan kreatif. Dengan pengalaman di industri kreatif dan fokus pada kekuatan cerita, Wokcop Pictures berkomitmen mengembangkan karya-karya audiovisual yang relevan, reflektif, dan dekat dengan realitas masyarakat Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Official Teaser BIFF 2025 Version Tampilkan Perjalanan Emosional Ali Fikry Menghadapi Duka

Vidio Luncurkan Musim Ketiga “Open BO : I Am Campus” Cerita Komedi / Drama Dewasa Dunia Mahasiswa dengan Plot Yang Berani dan Berbeda

PERTARUHAN THE SERIES 3:The Biggest Action Series in Indonesia is Back!“Kasih Paham Pake Hantam!”