DIKEJAR HANTU NENEKNYA, ANGGA YUNANDA JADI SAUDARA KEMBAR DODIT MULYANTO DI TRAILER SEBELUM DIJEMPUT NENEK, FILM HOROR-KOMEDI DARI RAPI FILMS YANG SIAP BIKIN NGAKAK AWAL TAHUN 2026

DIKEJAR HANTU NENEKNYA, ANGGA YUNANDA JADI SAUDARA KEMBAR DODIT MULYANTO DI TRAILER SEBELUM DIJEMPUT NENEK, FILM HOROR-KOMEDI DARI RAPI FILMS YANG SIAP BIKIN 
NGAKAK AWAL TAHUN 2026 

Jakarta, 19 Desember 2025 — Rapi Films resmi merilis official trailer dan official poster film horor- komedi terbarunya yang berjudul Sebelum Dijemput Nenek, yang akan tayang di bioskop Indonesia 
mulai 22 Januari 2025. Film ini disutradarai oleh Fajar Martha Santosa dan diproduseri oleh Sunil  Samtani, serta dibintangi oleh Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek  Novian.

Sebelum Dijemput Nenek mengisahkan Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto), saudara  kembar dengan pilihan hidup yang bertolak belakang. Hestu memilih merantau ke kota dan memutus  hubungan dengan keluarganya, sementara Akbar tinggal di desa merawat Nenek yang membesarkan  mereka sejak kecil. Hubungan Hestu dengan keluarganya retak hingga Hestu bersumpah hanya akan  pulang jika Nenek meninggal. Ucapannya menjadi kenyataan. Nenek wafat tepat pada hari keramat, 
Sabtu Wage bulan 6 tanggal 6, jam 6. Konon, siapa pun yang meninggal di hari itu akan gentayangan  sampai ada yang menemaninya ke alam baka. Sejak saat itu, arwah Nenek memburu Hestu dan Akbar  untuk ikut bersamanya. Keduanya hanya memiliki waktu 7 hari untuk mencari “pengganti” sebelum  arwah Nenek menjemput mereka.

Official trailer yang dirilis hari ini
 menampilkan potongan teror arwah Nenek yang terus menghantui,  dibalut dengan kekacauan di desa saat Hestu dan Akbar berpacu dengan waktu. Ketegangan horor  hadir berdampingan dengan humor yang lahir dari perbedaan karakter dua saudara kembar,  kehadiran kembang desa bernama Nisa yang diperankan oleh Wavi Zihan, Preman bernama Kotrek 
yang diperankan oleh Oki Rengga, dan Dukun Viral bernama Ki Mangun, yang diperankan oleh Nopek  Novian. 

Sutradara Fajar Martha Santosa memandang para karakter dalam film ini sebagai tokoh-tokoh yang  dekat dengan keseharian penonton. “Hestu, Akbar, Nisa, dan Kotrek hadir yang dekat dengan 
keseharian kita, sebagai pengingat bahwa seseram dan sesulit apapun hidup yang sedang kita jalani,  selalu ada celah untuk tertawa dan merasa bahagia. Penonton akan diajak tertawa, lalu tegang, lalu 
tertawa lagi. Intinya, film ini mengajak kita bersama-sama menertawakan teror”, ungkap Fajar. 

Kehadiran Angga Yunanda dan Adit Mulyanto sebagai saudara kembar dalam Sebelum Dijemput Nenek menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Untuk pertama kalinya, Angga menjajal genre horor- komedi, sekaligus dipasangkan sebagai saudara kembar dengan Dodit Mulyanto, komedian yang dikenal dengan gaya humor spontan dan karakter yang membumi. Pertemuan dua latar belakang 
akting yang berbeda ini melahirkan dinamika unik di layar, Hestu yang dingin, menyimpan amarah,  berhadapan dengan Akbar yang lugu, polos, dan sangat dekat dengan Nenek.

Dalam press conference yang digelar hari ini, kedua pemeran utama ini saling melempar canda ketika ditanya alasan bermain dalam film ini. Alasan Angga, “waktu ditawari peran ini, aku nggak pikir
panjang, langsung aku terima karena aku mau membuktikan kalau sebagai aktor aku gak cuma modal tampang tapi aku juga lucu dan humoris”, ungkap Angga sambil tertawa. Sementara itu Dodit punya
pendapat yang sebaliknya, “Aku mau bermain dalam film ini karena aku mau membuktikan kalau aku gak cuma lucu dan humoris, tapi ya aku juga seganteng Angga Yunanda, makanya aku mau jadi
kembarannya”, ungkap Dodit sambil tertawa meledek Angga.

Film ini diproduksi oleh Rapi Films yang telah lama dikenal sebagai pionir film bergenre horor-komedi di Indonesia, jauh sebelum genre ini marak di industri film Indonesia, melalui judul-judul seperti
Hangout yang berhasil meraih lebih dari 2,7 juta penonton dan Reuni Z. Rapi Films konsisten mengeksplorasi horor yang berakar pada budaya dan keseharian masyarakat Indonesia, lalu membungkusnya dengan humor yang segar dan relevan. Sebelum Dijemput Nenek melanjutkan tradisi tersebut dengan pendekatan yang lebih personal dan emosional, menggabungkan mitos kematian, konflik keluarga, serta komedi karakter dalam satu pengalaman menonton yang utuh.

Menurut Sunil Samtani selaku produser, “Rapi Films selalu berupaya menghadirkan hiburan dan pengalaman sinematik yang menyenangkan bagi penonton. Melalui Sebelum Dijemput Nenek, kami kembali mengusung genre horor-komedi bersama Fajar Martha Santosa sebagai debut
penyutradaraannya. Hal ini sekaligus melanjutkan komitmen Rapi Films untuk memberi ruang bagi talenta-talenta baru, seperti yang sebelumnya kami lakukan dengan Sidharta Tata melalui film layar
lebar pertamanya, Waktu Maghrib. Film Sebelum Dijemput Nenek menghadirkan kejutan khas Rapi Films dengan kemunculan berbagai karakter hantu dari semesta film-film kami. Kami berharap
Sebelum Dijemput Nenek menjadi tontonan yang seru dan menghibur saat tayang di bioskop,” ujar
Sunil Samtani.

Jangan lewatkan Sebelum Dijemput Nenek di bioskop mulai 22 Januari 2025. Ikuti terus informasi terbaru melalui kanal media sosial Rapi Films atau hubungi tim publisis Sebelum dijemput Nenek.

AKUN MEDIA SOSIAL
Instagram : @rapifilm
Twitter/X : @rapifilm
TikTok : @rapifilm
YouTube : Rapi Films
Hashtag : #SebelumDijemputNenek

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Official Teaser BIFF 2025 Version Tampilkan Perjalanan Emosional Ali Fikry Menghadapi Duka

Vidio Luncurkan Musim Ketiga “Open BO : I Am Campus” Cerita Komedi / Drama Dewasa Dunia Mahasiswa dengan Plot Yang Berani dan Berbeda

PERTARUHAN THE SERIES 3:The Biggest Action Series in Indonesia is Back!“Kasih Paham Pake Hantam!”