Aurora Ribero dan Ali Fikry Terancam oleh Artika Sari Devi! Film Dia Bukan Ibu Merilis Official Trailer & PosterMenampilkan Sisi Tergelap Manusiadari Perjalanan Menjadi Seorang Ibu

Aurora Ribero dan Ali Fikry Terancam oleh Artika Sari Devi! Film Dia Bukan Ibu Merilis Official Trailer & Poster
Menampilkan Sisi Tergelap Manusiadari Perjalanan Menjadi Seorang Ibu

MVP mempersembahkan film horor terbaru arahan sutradara Randolph Zaini,Dia Bukan Ibu, tayang mulai 25 September 2025 di bioskop!

Jakarta, 12 Agustus 2025—Setelah merilis official poster Dia Bukan Ibu yangtampil berbeda dan unik sekaligus menyeramkan dengan menghadirkan adegan dimeja makan antara Artika Sari Devi, Aurora Ribero, dan Ali Fikry, MVP Picturesmerilis official trailer Dia Bukan Ibu yang menegangkan penuh darah melalui akunInstagram @mvppictures_id, @diabukanibufilm, dan kanal YouTube MVP Pictures.

Jika dalam official poster Artika Sari Devi hadir ditampilkan memiliki bayangandalam cermin yang menyeramkan dengan ekspresi Aurora Ribero dan Ali Fikry yangpenuh curiga, official trailer Dia Bukan Ibu memperlihatkan cerita yang lebih jelas.Aurora Ribero, yang memerankan Vira, mulai melihat keanehan saat ia bersamaadiknya, Dino (diperankan Ali Fikry), dan sang Ibu (Artika Sari Devi) pindah kerumah baru. Di rumah itu, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi. Termasuk dengansang Ibu, yang mulai bertindak tidak wajar dan memberikan ancaman ke Vira dan Dino.

Potongan-potongan adegan dalam official trailer Dia Bukan Ibu jugamemperlihatkan banyak hal yang membuat tidak nyaman. Mulai dari adeganberdarah, Artika Sari Devi yang tampil secara mengejutkan, termasuk saat iamemaksa Ali Fikry meminum segelas penuh susu. Aurora Ribero dan Ali Fikry punmulai menyelidiki, apa yang sebenarnya terjadi dengan Artika Sari Devi sebagaiIbunya, yang telah mengancam kehidupan mereka berdua.

Film horor Dia Bukan Ibu disutradarai oleh Randolph Zaini, yang sebelumnya telahdipercaya dengan karya-karyanya yang berani, terinspirasi dari kisah utas (thread)di Twitter/X milik @jeropoint, dan naskahnya ditulis oleh Randolph bersama TitienWattimena. Film ini diproduseri oleh Raam Punjabi dan Amrit Punjabi. Film iniakan menyajikan kesegaran dalam genre horor Indonesia melalui pendekatan yangtidak biasa dan cerita universal tentang relasi Ibu dan anak.

“Film ini akan menyajikan horor dengan drama yang kuat antara relasi ibu dankedua anaknya. Dengan bakat Randolph, serta kekuatan dari naskahnya dan jajaranpemeran yang berbakat, film ini akan menguak sisi tergelap manusia dengan carayang tidak nyaman,” kata produser film Dia Bukan Ibu Amrit Punjabi.

Bagi Artika, yang kembali lagi ke layar lebar setelah hampir enam tahun terakhir,nama Randolph Zaini menjadi jaminan untuk menyelami kisah horor yang dibalutdengan nilai-nilai keluarga dan berbicara eksistensi perempuan.

“Saya penasaran dengan Randolph, setelah menonton karya-karya sebelumnya.Sejak awal, saya merasa kami memiliki koneksi yang sama. Banyak sekali tantangandi film ini. Tokoh Ibu di film ini punya emosi yang berlapis. Bagaimana fase seorangIbu ditampilkan dengan beragam, termasuk saat ia jatuh ke titik terendahnya. Filmini juga bercerita tentang pencarian jati diri, eksistensi perempuan, single mother,menjadi ibu, yang menurut saya itu relate dengan penonton,” kata Artika Sari Devi.

“Film ini juga ingin menunjukkan seberapa jauh anak-anak itu mengenal sosokibunya,” lanjutnya.

Sementara itu, Ali Fikry, yang memerankan Dino mengungkapkan ada banyakadegan yang menurutnya out of the box. Ia sendiri memiliki tantangan dalammenampilkan perubahan emosi secara halus dari awal hingga akhir.

“Ada banyak scene yang di luar pikiranku. Salah satu scene adalah ketika Ibu levelmencurigakannya 85%, dia melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan di pikirankalian. Menurutku itu hal tersadis yang dilakukan oleh seorang Ibu ke anaknya, danitu tidak masuk akal, sampai speechless,” ungkap Ali Fikry.

Bagi Aurora Ribero, penonton akan menemukan sisi personal di masing-masingkarakter. Menurutnya, film ini bisa menjadi refleksi dan mengajak untuk berempati.

“Aku cukup relate dengan karakter Vira yang penuh perhatian dengan keluarga,termasuk Ibu. Ini adalah film yang bisa jadi sangat personal untuk semua manusia,dalam merefleksikan traumanya, untuk membuka pikiran dan hati, agar kita bisalebih berempati,” ujar Aurora Ribero.

Ikuti terus perkembangan film horor terbaru persembahan MVP Pictures, Dia BukanIbu melalui akun Instagram @mvppictures_id. Film horor Dia Bukan Ibu tayang 25September 2025 di bioskop!

***

Tentang PT Tripar Multivision Plus Tbk (MVP)
PT Tripar Multivision Plus Tbk (MVP) adalah salah satu perusahaan terdepan diindustri hiburan Indonesia. Selama lebih dari 50 tahun, perusahaan ini telahberkembang dan membangun berbagai bisnis, termasuk produksi film dan televisi,distribusi konten, serta jaringan bioskop. Didirikan oleh Raam Punjabi, seorang

tokoh visioner di industri ini, MVP terus berkomitmen untuk menghadirkan hiburanyang menarik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Keberhasilan MVP didorong oleh divisi produksinya yang produktif. Perusahaan inimemiliki perpustakaan konten film dan televisi yang beraneka ragam, mencakuplebih dari 683 judul film dan lebih dari 15.000 jam tayangan serial televisi. Koleksiyang luar biasa ini mencerminkan dedikasi MVP dalam menghasilkan hiburanberkualitas tinggi yang relevan dengan masyarakat Indonesia. Dari drama yangmenyentuh, komedi yang menghibur, hingga dokumenter yang menggugah pikiran,produksi MVP telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap budaya Indonesia.

Multivision Plus (MVP) juga menjadi pilar utama industri perfilman Indonesia.Perusahaan ini merupakan salah satu rumah distribusi film terbesar di Indonesiadan Asia Tenggara. MVP telah membangun jaringan distribusi Bollywood danHollywood di berbagai negara seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, danKamboja, memperkuat reputasinya sebagai pemimpin dalam kolaborasi sinematik global.

Selain unggul dalam produksi, MVP juga secara strategis memperluas bisnisnya kebidang eksibisi film melalui anak perusahaannya, PT Platinum Sinema. Beroperasi dibawah merek Platinum Cineplex, perusahaan ini telah membangun jaringan 16bioskop di berbagai kota di Indonesia. Dengan fasilitas modern dan pilihan film yangberagam, mulai dari blockbuster Hollywood, film Bollywood, hingga sinema Asiayang diakui secara internasional, MVP berperan penting dalam menumbuhkanbudaya perfilman di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bad Guys dengan “Mengadili Persepsi”

“Bayang-Bayang Anak Jahanam” Kisahkan Cinta IbuTerhadap, Anaknya yang Terhalang Ancaman Kekuatan Jahat

Siaran Press Film RAHASIA RASA