Gala Premier Film "BELIEVE – Takdir, Mimpi, Keberanian" Digelar Angin Segar bagi Sinema Indonesia
Gala Premier Film "BELIEVE – Takdir, Mimpi, Keberanian" Digelar Angin Segar bagi Sinema Indonesia
Jakarta, 18 Juli 2025 — Film laga drama terbesar tahun ini “Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian” menggelar
Gala Premier secara eksklusif pada Jumat malam, 18 Juli 2025 di XXI Plaza Senayan, Jakarta. Acara ini menjadi momen perdana pemutaran film ini di hadapan para undangan terpilih, termasuk tokoh publik, pelaku perfilman, perwakilan TNI, dan perwakilan media nasional.
Para pemeran utama film Believe juga tampak hadir dalam Gala Premiere di Senayan, diantaranya: Ajil Ditto
sebagai pemeran Agus, Adinda Thomas sebagai Evi, Wafda Saifan sebagai Serka Dedi, Maudy Koesnaedi sebagai Iin, Marthino Lio sebagai Miro, dan sejumlah pemeran pendukung lainnya.
Momen istimewa dalam Gala Premier ini adalah kehadiran Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Film ini sendiri terinspirasi dari kisah nyata yang tertuang dalam buku biografi Jenderal TNI Agus Subiyanto berjudul: Believe – Based on a True Story of Faith, Dream, and Courage yang disusun Valent Hartadi dan tim.
Sebagai debut rumah produksi Bahagia Tanpa Drama, Believe membawa angin segar bagi industri film
nasional. Di tangan duo sutradara Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, film ini mengusung genre laga- drama berlatar perang yang jarang digarap dalam skala besar di Indonesia, dan membungkusnya dengan narasi emosional seputar keluarga, kehilangan, dan kesetiaan.
Alih-alih menonjolkan konflik, Believe menyuguhkan potret hubungan ayah-anak yang jarang diangkat: sunyi,
kompleks, dan menyentuh. Di balik aksi dan dentuman, film ini menghadirkan ruang refleksi tentang cinta dan
pengabdian dalam bentuk yang tak selalu terlihat.
Celerina Judisari selaku produser, menyebut film ini bukan hanya untuk pencinta laga, tapi juga untuk siapa
pun yang pernah merasakan kehilangan, kerinduan, dan kasih yang tak sempat terucap.
Original soundtrack “Cinta Sejati Takkan Mati” menambah kekuatan emosional film ini dengan lirik yang merefleksikan cinta tulus seorang anak kepada ayahnya. Lagu OST ini dinyanyikan oleh Agus Subiyanto duet bersama Pasha Ungu dan diciptakan bersama Doa di Badai Hollo, dengan aransemen oleh Erwin Gutawa dan
diiringi orkestra Budapest Scoring.
Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian akan tayang di bioskop di seluruh Indonesia mulai 24 Juli 2025.
Film Believe mendapatkan dukungan penuh dari sponsor utama:
• Jhonlin Group
• BRI
• Pertamina
• Kalaras
• Apex Tactix
• Indika Energy
• Republikorp.
Media partner yang turut membantu menyebarkan semangat film ini:
• Metro TV
• Metrotvnews.com
• Kompas TV
• Kompas.com
• Narasi TV
• Garuda TV
• Indozone
• Nalar TV
• Radio Sonora
• Prambors
• Delta FM
• Noice
• IDN Times
• Ethos
Film Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian diadaptasi dari buku biografi berjudul “Believe - Based on a True
Story about Faith, Dream, and Courage yang disusun oleh Valent Hartadi & tim.
Genre : Laga, Drama, Biografi
Produksi : Bahagia Tanpa Drama
Durasi : ±120 menit
Rilis Umum : 24 Juli 2025
Akun-akun resmi media sosial:
Instagram : @filmbelieve
TikTok : @filmbelieve2025
Youtube : Bahagia Tanpa Drama
Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian
Agus (Ajil Ditto) tumbuh dalam bayang-bayang sang ayah, Sersan Kepala Dedi (Wafda Saifan), seorang prajurit yang bertempur dalam Operasi Seroja tahun 1975. Meski Dedi telah banyak berkorban,
pengabdiannya justru berdampak buruk bagi kehidupan pribadinya.
Kecemasan dan ketidakpastian membuat Ibu Agus pergi, meninggalkan jejak kesepian dan amarah di hati Agus kecil. Tahun demi tahun berlalu, Agus memasuki masa remaja di era 1984, Agus menjadi pemuda yang kerap terlibat perkelahian. Agus muda kehilangan arah, terjebak dalam bayang masa lalu.
Hingga suatu hari, kematian sang ayah justru menyingkap kisah-kisah keberanian dan pengorbanan ayahnya di medan perang, Agus mulai mengenal sosok ayahnya dengan cara yang berbeda. Agus justru terinspirasi oleh keberanian dan pengorbanan yang selama ini tak ia pahami, Agus pun mengambil
keputusan besar menjadi seorang prajurit.
Namun jalan menuju medan perang tak semudah yang dibayangkannya. Dengan tekad penuh, Agus menghadapi penolakan, kegagalan, dan rasa takut akan bayang-bayang masa lalu yang terus menghantuinya.
Di tengah gejolak konflik, takdir mempertemukannya dengan Miro (Marthino Lio), pemimpin separatis
yang dahulu menjadi musuh ayahnya. Kini, di tengah kobaran perang dan dilema pribadi, Agus harus bergulat dengan identitasnya sebagai prajurit, pengorbanan keluarga yang ia tinggalkan, serta tanggung jawab besar melindungi anak buahnya dan warga sipil yang tak bersalah.
Perlahan, di balik dentuman peluru dan kabut pertempuran, Agus mulai memahami arti keberanian dan
jejak pengorbanan sang ayah yang selama ini tak pernah diceritakan padanya.
Namun di medan perang, tak semua pertarungan bisa dimenangkan dengan senjata.
Akankah Agus menemukan kedamaian dalam hatinya — atau justru kehilangan semuanya?
Data Penunjang:
Rumah Produksi : Bahagia Tanpa Drama
Produser : Celerina Judisari (Ayie)
Sutradara : Rahabi Mandra & Arwin Tri Wardhana
Pemeran :
Ajil Ditto - Agus
Wafda Saifan - Serka Dedi (Ayah Agus)
Adinda Thomas - Evi (Istri Agus)
Maudy Koesnaedi - Iin (Ibu Mertua Agus)
Marthino Lio - Miro
Yoriko Angeline - Ibu Agus
Moh. Iqbal Sulaiman - Abel
Muhammad Faqih Alaydrus - Agus Kecil
Eduwart Manalu
Zidni Hakim
Tubagus Ali
Aditya Lakon
Hardi Fadhillah
Khael Bogota
Haydar Salihz
Nizar Umar Akbar
Dwi Surya.
Tim Produksi :
Line Producer:
Syaiful Wathan
Cinematographer:
Padri Nadeak, I.C.S
Production Designer:
Frans XR Paat
Post Production Supervisor:
Andi Manoppo
Editor
Alvin Aprilianto Tan
Sound Recordist
Indrasetno Vyatranta
Sound Designers
Mohamad Ikhsan (Doyok)
Reyhan Malik Putranto
Music Director
Aghi Narottama
Colorist
Nusingto
VFX Supervisor
Satrya Mahardhika
Action Director
Abah Dinar
Komentar
Posting Komentar